Feeds:
Posts
Comments

Oleh : Ratna Ningtyastuti, Institute For Suistainable and Reform

Pembangunan infrastruktur jalan agaknya menjadi perhatian pemerintah yang takbisa dikesampingkan. Apalagi tantangan ACFTA yang menuntut perbaikan infrastruktur jalan. Oleh karena itu beberapa waktu yang lalu Presiden menerbitkan Perpres Nomor 13 tahun 2010. Jalan tol merupakan bagian dari infrastruktur jalan yang memfasilitasi jalur darat. Pembangunan jalan tol di beberapa wilayah masih memiliki masalah yang klasik. Masalah-masalah itu diantaranya adalah masalah peraturan, pembebasan lahan, dan investasi. Permasalahan-permasalahan inilah yang membuat pembangunan jalan tol terkendala dan bertambah lambat.

Terbitnya Perpres No. 13/2010 tentang pengganti Perpres No. 67/ 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Swasta Dalam Penyediaan Infrastruktur dapat mempercepat pembangunan jalan tol yang selama ini tersendat. Dalam ketentuan baru hasil revisi, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk para investor yang menjadi pemrakarsa. Pemrakarsa proyek merupakan investor swasta yang mengajukan rencana pembangunan proyek termasuk didalamnya studi kelayakan yang belum direncanakan pemerintah. Dengan adanya Perpres No 13 tahun 2010 ini, investor bisa menjadi pemrakarsa bila usulan mereka diajukan kepada kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dan disetujui oleh menteri terkait, sebelum kemudian diajukan kepada menteri keuangan. Continue Reading »

Oleh : Ratna Ningtyastuti, Institute For Suistainable and Reform

Pembangunan infrastruktur air sangat penting bagi semua negara yang ada di dunia. Kajian global kondisi air di dunia yang disampaikan pada world water forum II di Denhaag pada tahun 2000, memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Meskipun Indonesia termasuk ke dalam 10 negara kaya  akan sumber daya air, namun krisis air diperkirakan akan terjadi juga. Krisis air dapat terjadi sebagai akibat dari kesalahan pengelolaan air, yang tercermin dari tingkat pencemaran air yang tinggi, pemakaian air yang tidak efisien, fluktuasi debit air sungai yang sangat besar, kelembagaan yang masih lemah dan peraturan perundang-undangan yang tidak memadai.

Kondisi secara umum  sumber daya  air (SDA)  di  Indonesia, memiliki  cadangan  air yang  cukup  besar, yakni 2530 km3 (negara yang memiliki cadangan air terbesar no. 5 di dunia). Akan tetapi penyebarannya tidak merata, di wilayah barat jumlahnya cukup besar namun di timur dan selatan kurang.

Kondisi ini diperparah dengan bertambahnya jumlah penduduk yang tidak merata, seperti di pulau Jawa yang hanya 7% dari luas lahan di  Indonesia.  Lalu sekitar  65%  penduduk Indonesia tinggal di pulau ini (Jawa) dan potensi airnya hanya 4,5 % dari potensi air di Indonesia, sehingga keadaan ini mengakibatkan ketersediaan air di  tiap-tiap wilayah  tidak sama. Continue Reading »